Selasa, 26 Juni 2012

Sang Tikus Penoda

Sang mentari mulai menampakkan senyum cerahnya di ufuk timur pertanda setiap mahluk harus mulai bangun dan melaksanakan aktivitas. Pagi ini Box (Boxer Ijo) ada acara reunian bareng teman - teman SMAnya dulu pukul 8.00 pagi, satu tahun yang lalu Box sekolah di SMA Negeri 1 Antah Berantah yang beralamat di Jl. Angker no 33.
Kembali lagi ke cerita, Box kini tengah bingung untuk menentukan baju mana yang akan Ia pakai namun setelah lama memilah dan memilih akhirnya Ia menemukan baju kemeja makan putih yang ia beli 1 bulan yang lalu dari hasil menabungnya namun ia melihat sedikit keanehan di baju tersebut, tampak secuil noda di atas kantong baju putih itu. "Apa ini?" Box bergumam dengan rasa agak penasaran. Baju tersebut pun di angkat terlihat ada noda lagi kali ini bukan secuil tapi seonggok besar dengan panjang 5cm x lebar 6 cm dilengkapi dengan aroma pesing yang semerbak, menurut buku yang pernah ia baca ia pun dapat menyimpulkan bahwa noda ini disebabkan oleh air kencing dari tikus. Muka Box mulai memerah menandakan ada emosi yang terpendan dalam hatinya.
"Mamaaaaaaaaaaaaa!", teriak Box. Mamanya yang bernama Bu Imah pun segera keluar dari dapur dan menghampiri Box di Kamarnya. "Ada apa Nak?". ujar Bu Imah cemas.
"Kenapa di kamar Box ada tikus ma?".
"Aaaah sudah makan dulu sana ada tikus goreng special tuh, eh maksudnya tempe goreng special".
"Mama gimana sih aku masih emosi gini di suruh makan?".
"Sabar nak, sekarang kamu makan dulu ntar kalau udah kenyang kita cari sama - sama tikusnya". Bu imah coba menenangkan. "Bener ya ma?" dengan wajah penuh harap. "Bener sayang".
Akhirnya mereka berdua mulai sarapan di meja makan dengan lahap dan bersungguh - sungguh agar tingkat kenyang mereka maksimal.
Selesai makan misi untuk memburu sang tikus pembuat noda pun dimulai, dengan membawa seperangkat alat untuk menangkap tikus seperti gagang sapu dan ketapel. Pencarian dimulai dari TKP (Tempat Kejadian Penodaan), namun hasilnya nihil pencarian pun dilanjutkan ke loteng rumah tapi tetap tak ada hasil meski hari sudah sore hingga akhirnya Box mendengar suara "Ciiiit Ciiiit", dari arah kamar tidurnya, Box mencoba mencari arah suara tersebut dan demi alasan keamanan Ia tak mengizinkan Bu Imah untuk ikut masuk, Bu Imah hanya menunggu di depan kamar sambil berdoa. Sementara di kamar yang begitu gelap Box mulai berjalan mengendap - endap tiba - tiba ia melihat sepasang cahaya redup di bawah meja di sudut kamar yang ternyata adalah cahaya dari mata tikus. "Ini yang gue cari", ujarnya dalam hati. Ia pun segera membentangkan ketapelnya lengkap dengan batu sebesar biji salak dan "Dooor". (bunyi ketapel kok dooor). "Plaaaak" akhirnya sang tikus pun terkapar karena dieksekusi langsung tanpa melalui proses di pengadilan. Akhirnya Box mengambil sang tikus pada bagian ekornya dan dengan langkah gagah Box menentengnya keluar dari kamar. "Mama ini hasil perjuanganku", kata Box dengan bangga. "Mama bangga padamu Nak". sahut Bu imah seraya memeluknya.
Tiba-tiba Box teringat suatu hal, Ia baru ingat bahwa hari ini sebenarnya dia harus ikut acara reunian, Ia lihat jam di dindingnya sudah menunjukan pukul 4.00 sore. Gagal sudah acara reunian Box dengan teman - teman SMAnya karena ulah sang tikus pembuat noda.


Pesan Moral dari cerita ini : Kotor adalah Noda.
 

2 komentar:

  1. Kemudian Box marah kepada Ibu Imah. Saat Ibu Imah tidur, Box menutup lubang hidung Ibu Imah dengan petasan dan.... "preeeet" petasan meledak Ibu Imah hamil, Box bunuh diri..

    "Tamat"

    BalasHapus
  2. apa hubungannya kehamilan dgn petasan? hahaha

    BalasHapus

Komentarmu adalah Inspirasiku