Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Wajahmu Belokkan Duniaku part I

Sang mentari tlah kembali ke peraduannya malam pun mulai menjelang namun Box masih duduk termenung di sudut kamarnya. Sudah 3 hari Ia meratapi betapa malangnya nasibnya, acara reuniannya terpaksa batal hanya gara - gara ulah sang tikus. Bu Imah pun mulai khawatir dengan keadaan Box, Box terlihat makin lemas letih lesu (harus minum pil penambah darah kalau udah kayak gini karena ini gejalan anemia), ditambah lagi wajah Box terlihat makin jelek karena tak mandi selama 3 hari (dulunya emang udah jelek sih).
"Box ada apa denganmu?". tanya Bu Imah.
"Jujur aku sudah tak sanggup Ma, aku ingin menyudahi perih ini, duka nestapa ini begitu menusuk jantungku, ku ingin menghilang saja dari dunia fana ini". (busyet lebay banget). "Masak air biar mateng cuma gara - gara tikus aja kamu kayak gini, mendingan kamu mandi dulu ntar temen mama mau ke sini sama anak ceweknya".
Tiba - tiba muncul secercah harapan di hati Box ketika mendengar mamanya bebicara seperti itu. Box mandi dengan penuh semangat di bawah guyuran shower sembari berharap nanti dia akan kedatangan cewek cantik.
"Box ayo sini liat siapa yang datang?". ujar Bu Imah.
Dengan langkah tegap maju (kayak gerak jalan aja) Box segera keluar dari kamarnya setelah selesai berdandan.
Dan apakah yang terjadi tunggu saja kelanjutannya dengan penuh rasa penasaran.
Bersambung  . . . . . . .

Selasa, 26 Juni 2012

Sang Tikus Penoda

Sang mentari mulai menampakkan senyum cerahnya di ufuk timur pertanda setiap mahluk harus mulai bangun dan melaksanakan aktivitas. Pagi ini Box (Boxer Ijo) ada acara reunian bareng teman - teman SMAnya dulu pukul 8.00 pagi, satu tahun yang lalu Box sekolah di SMA Negeri 1 Antah Berantah yang beralamat di Jl. Angker no 33.
Kembali lagi ke cerita, Box kini tengah bingung untuk menentukan baju mana yang akan Ia pakai namun setelah lama memilah dan memilih akhirnya Ia menemukan baju kemeja makan putih yang ia beli 1 bulan yang lalu dari hasil menabungnya namun ia melihat sedikit keanehan di baju tersebut, tampak secuil noda di atas kantong baju putih itu. "Apa ini?" Box bergumam dengan rasa agak penasaran. Baju tersebut pun di angkat terlihat ada noda lagi kali ini bukan secuil tapi seonggok besar dengan panjang 5cm x lebar 6 cm dilengkapi dengan aroma pesing yang semerbak, menurut buku yang pernah ia baca ia pun dapat menyimpulkan bahwa noda ini disebabkan oleh air kencing dari tikus. Muka Box mulai memerah menandakan ada emosi yang terpendan dalam hatinya.
"Mamaaaaaaaaaaaaa!", teriak Box. Mamanya yang bernama Bu Imah pun segera keluar dari dapur dan menghampiri Box di Kamarnya. "Ada apa Nak?". ujar Bu Imah cemas.
"Kenapa di kamar Box ada tikus ma?".
"Aaaah sudah makan dulu sana ada tikus goreng special tuh, eh maksudnya tempe goreng special".
"Mama gimana sih aku masih emosi gini di suruh makan?".
"Sabar nak, sekarang kamu makan dulu ntar kalau udah kenyang kita cari sama - sama tikusnya". Bu imah coba menenangkan. "Bener ya ma?" dengan wajah penuh harap. "Bener sayang".
Akhirnya mereka berdua mulai sarapan di meja makan dengan lahap dan bersungguh - sungguh agar tingkat kenyang mereka maksimal.
Selesai makan misi untuk memburu sang tikus pembuat noda pun dimulai, dengan membawa seperangkat alat untuk menangkap tikus seperti gagang sapu dan ketapel. Pencarian dimulai dari TKP (Tempat Kejadian Penodaan), namun hasilnya nihil pencarian pun dilanjutkan ke loteng rumah tapi tetap tak ada hasil meski hari sudah sore hingga akhirnya Box mendengar suara "Ciiiit Ciiiit", dari arah kamar tidurnya, Box mencoba mencari arah suara tersebut dan demi alasan keamanan Ia tak mengizinkan Bu Imah untuk ikut masuk, Bu Imah hanya menunggu di depan kamar sambil berdoa. Sementara di kamar yang begitu gelap Box mulai berjalan mengendap - endap tiba - tiba ia melihat sepasang cahaya redup di bawah meja di sudut kamar yang ternyata adalah cahaya dari mata tikus. "Ini yang gue cari", ujarnya dalam hati. Ia pun segera membentangkan ketapelnya lengkap dengan batu sebesar biji salak dan "Dooor". (bunyi ketapel kok dooor). "Plaaaak" akhirnya sang tikus pun terkapar karena dieksekusi langsung tanpa melalui proses di pengadilan. Akhirnya Box mengambil sang tikus pada bagian ekornya dan dengan langkah gagah Box menentengnya keluar dari kamar. "Mama ini hasil perjuanganku", kata Box dengan bangga. "Mama bangga padamu Nak". sahut Bu imah seraya memeluknya.
Tiba-tiba Box teringat suatu hal, Ia baru ingat bahwa hari ini sebenarnya dia harus ikut acara reunian, Ia lihat jam di dindingnya sudah menunjukan pukul 4.00 sore. Gagal sudah acara reunian Box dengan teman - teman SMAnya karena ulah sang tikus pembuat noda.


Pesan Moral dari cerita ini : Kotor adalah Noda.
 

Senin, 25 Juni 2012

Boxer Ijo

Selamat pagi kawan - kawan kali ini gue mau cerita tentang si Boxer Ijo.
Boxer Ijo adalah mahluk halus/jin yang merupakan saudara tiri dari kolor ijo, makanya namanya sama - sama menggunakan nama celana. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kolor Ijo itu suka memperkosa perempuan namun hal itu sungguh jauh berbeda dengan Boxer Ijo, dia adalah seorang  jin remaja berumur 17 tahun yang baik hati, suka menolong dan rajin menabung. Kini dia masih termasuk ababil atau ABG labil, dia juga sering datang ke acara - acara musik di dunia jin untuk ikut menari - nari dengan gaya cuci cuci jemur jemur jemur, cuci cuci jemur jemur jemur sambil teriak -teriak lalalala yeyeyeye yah ga jauh beda dengan di dunia manusia. Tapi walaupun dia sering menari - nari seperti itu dia tetaplah seorang laki - laki jantan namun sayangnya untuk masalah percintaan dia sering galau karena dia belum menemukan tambatan hatinya.
Bersambung . . . . .
Lain waktu gue lanjutin lagi biar kawan - kawan semua pada penasaran (ngarep).
Thank you.