Keuntungan dan kerugian sudah sering dibahas baik dalam pelajaran ekonomi maupun dalam kehidupan sehari - hari. Dalam kegiatan ekonomi misalnya gue sebagai pedagang terus gue beli barang dagangan seharga 5000 dan gue jual 10.000 maka keuntungan yang gue dapat adalah 5000, dan jika gue jual 3000 maka gue rugi 2000. Gue yakin semua orang juga tahu itu tapi gue iseng aja pengen jelasin lagi. hehe.
Untung dan rugi memang selalu berdampingan semua orang pasti pernah mengalaminya. Tapi lain halnya jika kita hidup dalam kehidupan masyarakat di Bali, di Bali tidak pernah ada kata rugi, hal tersebut bisa kita perhatikan dan dengarkan dari omongan orang - orang di Bali. Contohnya :
Contoh 1 :
A : B tau ga si Made kasian banget tadi kecelakaan.
B : Terus gimana keadaannya?
A : Tangannya patah.
B : Oh untung cuma tangannya yang patah.
Contoh 2 :
A : Hari ini nasibku sial banget, tadi rumahku kecurian.
B : Apanya aja yang hilang?
A : Tv aja.
B : Untung bukan semua barang kamu yang dicuri.
Jadi dari percakapan tersebut meskipun terlihat begitu sederhana namun mengandung arti yang cukup dalam, kita bisa simpulkan bahwa dibalik sebuah musibah pasti ada untungnya, tidak selalu rugi. Itulah kuasa Tuhan.
Ok itu aja postingan gue hari ini. Thank you. Bye.
Pemindahan suatu
kegiatan dari suatu tempat ke tempat yang lain atau yang sering disebut relokasi memang
sering dilakukan. Demikian halnya dengan relokasi pasar Amlapura Timur ke pasar Karang Sokong Subagan mengingat pasar Amlapura Timur akan direnovasi. Pasar
amlapura timur merupakan salah satu pasar yang terkenal di karangasem yang
selalu ramai oleh para penjual dan pembeli, pasar amlapura timur teletak di
pusat kota yaitu di jalan kesatrian amlapura. Sedangkan pasar karang sokong sebelum di adanya
relokasi pedagang dari pasar amlapura timur adalah pasar yang biasanya hanya
ramai pada saat tengah malam atau pagi – pagi buta karena biasanya hanya
saudagar yang membeli barang dalam jumlah besar berbelanja di pasar ini, pasar
karang sokong terletak di jalan nenas, subagan, karangasem.
Pedagang
yang di relokasi dari pasar amlapura timur ke pasar karang sokong banyak yang
mengeluh karena pendapatannya berkurang dan cuaca di sana sangat panas. Dari
kejadian ini pula muncul beberapa mitos yang mulai beredar seperti:
“Pasar
karang sokong menjadi sepi pengunjung dan suasananya panas karena dulu di
tempat ini banyak orang yang meninggal akibat lahar dari letusan gunung agung”.
Namun jika
di jelaskan secara ilmiah tanpa ada unsur mitos keadaan ini disebabkan oleh
beberapa faktor sperti :
1.Pasar karang sokong menjadi sepi
pengunjung karena letaknya jauh dari pusat kota sehingga pembeli agak malas
melakukan perjalanan yang cukup jauh hanya untuk berbelanja di pasar, mereka
lebih memilih berbelanja di warung walaupun dengan harga yang sedikit lebih
mahal.
2.Sudah ada beberapa pasar yang lebih
terkenal yang tidak terlalu jauh lokasinya dengan pasar karang sokong ini dan rata – rata pengunjung sudah
berlangganandi sana, contoh : Pasar di
Bugbug dan pasar di Bebandem.
3.Suasana yang panas disebabkan karena
atap pasar menggunakan asbes tanpa diisi plafon sedikit pun.
Ini ada beberapa foto yang gue ambil dari pasar karang sokong tapi maaf bila kurang jelas.
Jika kita berbicara tentang mitos di Bali khususnya di pedesaan memang tak pernah ada habisnya, namun dari sekian banyak mitos tersebut memiliki kegunaan masing - masing. Ini gue jelaskan tentang beberapa mitos yang memiliki fungsinya masing - masing.
Ning, sing dadi negakin galeng nyaan busul (Dik ga boleh duduk di atas bantal ntar bisa bisul), begitulah para orang tua mengingatkan anaknya. Maksud sebenarnya dari ucapan itu adalah bukannya kita akan langsung bisul cuma gara - gara duduk di atas bantal, tapi bantalnya akan kotor kalau kita duduki.
Ning lamun medaar sing dadi mecarikan nyan mati godele. (Dik kalau makan nggak boleh ada sisa ntar anak sapinya mati), kata - kata ini biasa diucapkan di pedesaan oleh para petani kepada anaknya. Sebenarnya tak ada hubungannya antara sisa makanan dengan anak sapi mati karena maksud yang sesungguhnya hanyalah supaya kita tidak buang - buang makanan.
Tidak boleh keluar pada siang bolong seperti jam 12 siang karena para mahluk halus masih berkeliaran. Kita boleh percaya boleh tidak karena maksud sebenarnya dari mitos itu hanyalah supaya kita tidak kepanasan jika keluar rumah jam 12 siang karena matahari tepat berada di atas kita, kalau ingin keluar rumah sebaiknya saat matahari sudah tidak terlalu menyengat.
Memotong kuku di malam hari sama dengan memotong rejeki. Sebenarnya ini hanyalah demi keselamatan kita, dulu di desa penerangan masih kurang dan jika kita memotong kuku pada malam hari kurang jelas terlihat sehingga salah sedikit malah tangan kita yang luka.
Pada saat gempa harus memukul kentongan agar gempanya berhenti, bukan itu maksud sesungguhnya. Gempa bukanlah mahluk hidup yang memiliki rasa takut terhadap sesuatu. Kita harus memukul kentongan pada saat gempa tujuannya adalah agar orang lain yang masih tidur atau yang tidak menyadari adanya gempa segera keluar dari dalam rumah agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Mitos dijelaskan kepada setiap orang dengan dampak yang agak berlebih - lebihan karena dampak yang sebenarnya bukanlah seperti itu, namun justru dengan penjelasan yang agak berlebih - lebihan itulah orang akan jadi lebih menurut atau patuh. Ok kawan sekian dulu postingan gue tentang beberapa mitos yang beredar di masyarakat dari dulu secara turun temurun, sebenarnya masih banyak banget mitos yang belum gue bahas, mungkin gue akan lanjutin pada postingan berikutnya. Thanks kawan - kawan. See you.
Sang mentari tlah kembali ke peraduannya malam pun mulai menjelang namun Box masih duduk termenung di sudut kamarnya. Sudah 3 hari Ia meratapi betapa malangnya nasibnya, acara reuniannya terpaksa batal hanya gara - gara ulah sang tikus. Bu Imah pun mulai khawatir dengan keadaan Box, Box terlihat makin lemas letih lesu (harus minum pil penambah darah kalau udah kayak gini karena ini gejalan anemia), ditambah lagi wajah Box terlihat makin jelek karena tak mandi selama 3 hari (dulunya emang udah jelek sih).
"Box ada apa denganmu?". tanya Bu Imah.
"Jujur aku sudah tak sanggup Ma, aku ingin menyudahi perih ini, duka nestapa ini begitu menusuk jantungku, ku ingin menghilang saja dari dunia fana ini". (busyet lebay banget). "Masak air biar mateng cuma gara - gara tikus aja kamu kayak gini, mendingan kamu mandi dulu ntar temen mama mau ke sini sama anak ceweknya".
Tiba - tiba muncul secercah harapan di hati Box ketika mendengar mamanya bebicara seperti itu. Box mandi dengan penuh semangat di bawah guyuran shower sembari berharap nanti dia akan kedatangan cewek cantik.
"Box ayo sini liat siapa yang datang?". ujar Bu Imah.
Dengan langkah tegap maju (kayak gerak jalan aja) Box segera keluar dari kamarnya setelah selesai berdandan.
Dan apakah yang terjadi tunggu saja kelanjutannya dengan penuh rasa penasaran.
Bersambung . . . . . . .